Pengertian Bagian Bagian Bumi

Pengertian Bagian Bagian Bumi | Bumi kita adalah planet ketiga dalam sistem tata surya dan merupakan satu-satunya benda langit yang memiliki syarat-syarat yang cocok untuk keberadaan makhluk hidup. Karena berputar pada porosnya, maka bumi memiliki gaya tolak di pusatnya. Oleh karena itu, bentuknya tidak bulat, bagian atasnya berbentuk pepat, dan kelihatan berbentuk elips. Diameter rata-rata bumi adalah 12.746 km. Jaraknya dari matahari sekitar 149.600.000 km. Bumi bergerak pada orbitnya dengan kecepatan rata-rata sekitar 106.000 km/jam. Bumi berputar pada porosnya selama 24 jam. Bagian-bagian Bumi terbagi atas lima bagian, yaitu atmosfer, hidrosfer, litosfer, mantel bumi, dan inti bumi.



Pengertian Bagian Bagian Bumi
Bagian Bagian Bumi

Atmosfer merupakan bagian bumi yang terdiri dari gas-gas yang ketebalannya mencapai 1.500 km. Hidrosfer adalah bagian bumi berupa cairan yang meliputi sekitar 70% dari keseluruhan cairan yang ada di bumi. Litosfer adalah bagian bumi yang terdiri dari lapisan kulit yang ketebalannya mencapai 100 km. Inti dan mantel bumi merupakan bagian struktur di dalam bumi. Di pusat bumi terdapat inti dalam bumi yang terdiri dari nikel dan besi. Inti dalam bumi ini dikelilingi oleh inti luar bumi. Nikel dan besi di dalam inti luar bumi berbentuk cairan. Semakin jauh dari pusat bumi, maka suhunya akan semakin turun, lalu mengapa nikel dan besi pada bagian ini berbentuk cair karena oksigen dan sulfur yang berada di dalam inti luar menyebabkan adanya perubahan. Lapisan mantel bumi yang berada setelah lapisan inti luar terbagi menjadi dua, yaitu mantel atas bumi dan mantel bawah bumi. Mantel bumi tersusun dari magma, sedangkan di atas kerak bumi ada lapisan paling tipis yang disebut sebagai kulit bumi.

Menurut penelitian terkini dikatakan bahwa bagian permukaan bumi tertinggal 0,3-0,5 derajat dibandingkan bagian intinya ketika bumi berputar pada porosnya. Jadi, bagian dalam bumi berputar lebih cepat dibandingkan bagian luarnya. Pada tahun 1996, para peneliti pertama kali mengemukakan hal ini setelah meneliti gelombang-gelombang gempa bumi yang terjadi di Kepulauan Sandwich Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inti bumi dalam keadaan bergerak. Medan magnet yang terjadi pada bagian inti luar menyebar ke bagian inti dalam dan menyebabkan adanya arus listrik pada bagian ini. Hasil dari pertemuan arus listrik dengan medan magnet inilah yang menyebabkan bagian inti berputar lebih cepat.


Di antara garis orbit dan poros bumi terdapat perbedaan sudut sebesar 23,5 derajat. Hal ini berarti bumi miring 23,5 derajat ke samping. Akibatnya, semua titik posisinya akan berubah-ubah terhadap matahari. Oleh karena itu, sinar matahari jatuh ke bumi pada waktu yang berbeda dan kemiringan yang berbeda pula. Jika muka kutub utara menghadap ke matahari, sinar matahari jatuhnya lurus dan suhu di daerah tersebut akan naik. Sebaliknya, jika kutub utara menghadap pada arah yang berlawanan, sinar matahari akan jatuh miring dan suhunya menjadi turun. Sinar-sinar tersebut tersebar di area yang lebih luas sehingga permukaan bumi menjadi berkurang panasnya. Ketika kutub selatan persis berada di hadapan kutub utara, maka di daerah selatan bumi terjadi iklim yang berlawanan dengan yang terjadi di daerah utara bumi.

Comments